Albert Einstein: Refleksi Tentang Arti Jenius

Siapa yang tidak pernah mendengar rumus  E  = MC²  ?, sebuah rumusan tentang sifat alamiah energi.  Albert Einstein si Jeniuslah yang mencetuskannya.  Tetapi,  tahukah anda bahwa sang jenius itu baru dapat berbicara menjelang usia 4 tahun?  Juga dipercaya bahwa Albert  Einstein belum dapat membaca sampai usia 9 tahun.  Einstein ternyata gagal saat pertama kali ujian masuk perguruan tinggi (college) serta pernah 3 kali gagal menjadi guru.

Einstein sang Jenius, ternyata bukanlah manusia yang sempurna, ia diduga menderita kesulitan belajar atau  LD (Learning Disability) dan Disleksia.  Disleksia (Inggris: dyslexia) adalah sebuah kondisi ketidakmampuan belajar pada seseorang yang disebabkan oleh kesulitan pada orang tersebut dalam melakukan aktivitas membaca dan menulis (wikipedia).   Ia juga tidak luput dari yang namanya kegagalan.

Einstein tidak menyukai mengerjakan sesuatu berulang-ulang kali – baginya “Insanity: doing the same thing over and over again and expecting different results” .  Menurut Einstein imajinasi lebih penting dibandingkan dengan ilmu pengetahuan (“Imagination is more important than knowledge“).

Einstein mengatakan “Any intelligent fool can make things bigger and more complex… It takes a touch of genius – and a lot of courage to move in the opposite direction“.

Jadi apakah jenius menurutmu?

Di bawah ini terlampir biografi Albert Einstein dalam format pdf.  Selamat membaca …..

Albert Einstein_1599052466

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s