Learn – Unlearn – Relearn: Dimensi Lain Belajar

Secara sederhana belajar  atau dalam bahasa Inggrisnya “learn” dapat diartikan sama dengan bunyi slogan “Learn – Unlearn – Relearn”, slogan tersebut merupakan kutipan pernyataan futurolog Alvin Toffler “The illiterate of the 21st Century will not be those who cannot read or write, but those who cannot learn, unlearn and relearn.

AlvinToffler

Alvin Toffler

Learn, berarti belajar. Belajar dalam dunia pendidikan sama artinya dengan  perubahan.  Perubahan apa yang dimaksud?.  Dari tidak tahu menjadi tahu menjadi mengerti (paham = understand).  Dengan kata lain belajar akan membuat seseorang dari zero akan menjadi hero. Namun, ada dimensi lain yang seringkali dilupakan orang dalam hal “learn” tersebut. Hal itu justru menjadi kunci dari arti pendidikan yang sesungguhnya yaitu perubahan.

Learn unlearn Relearn

Belajar seharusnya mengubah mereka yang salah konsep dan meninggalkan konsep tersebut (Unlearn). Menangkap konsep yang benar itu dan kemudian memegang kebenaran yang baru itu (Relearn). Sebagai contoh: Tadinya saya meyakini bahwa sayur terong jika dimasak tidak enak.  Namun, setelah ibu memasak sayur terong itu dan saya cicipi dan rasakan, saya mengubah pemahaman saya bahwa sayur terong itu tidak enak.  Sayur terong itu sesungguhnya lezat dan enak.  Pengalaman dan pemahaman baru itu dikatakan sebagai unlearn (sayur terong = tidak enak) dan relearn (sayur terong = enak).

Banyak orang sulit mengubah pandangannya yang keliru terhadap suatu hal, karena proses belajarnya keliru, entah materi ajar atau orang yang mengajarkannya juga keliru terhadap konsep yang diajarkan.  Maka menjadi seorang guru merupakan tanggung jawab yang berat sekaligus mulia.  Berat karena di pundak guru terletak masa depan peserta didik, mulia karena mengajar dan mendidik anak-anak akan konsep atau prinsip keilmuan, sikap, serta keterampilan  yang penting bagi masa depan peserta didik.

Semoga  dimensi  unlearn  dan  relearn tersebut  dapat  menginspirasi  kita  untuk terus belajar.  From zero to hero, segera meninggalkan konsep  yang  salah  atau  keliru  dan  menangkap  serta  memegang  teguh  makna  baru  yang benar itu. Selamat belajar….

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s